
Sikap sederhana dan semangat juang Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII patut diteladani semua elemen di Indonesia.
"Hal yang patut diteladani dari Raja Sisingamangaraja XII yakni sikap sederhana. Walau beliau seorang raja, namun sikap sederhana tidak pernah ditinggalkan. Sikap inilah yang menjadi dasar mengapa peringatan 100 tahun gugurnya Sisingamangaraja XII dilakukan di Pesantren Al-Kautsar ini," ujar Syarfi Hutauruk, anggota DPR dari Fraksi Golkar saat memberi sambutan di Pesantren Al-Kautsar Al Akbar Jalan Pelajar Timur Medan, Sabtu (2/6).
Syarfi yang juga ketua panitia peringatan itu menyebutkan, ada banyak alasan rasional mengapa peringatan itu dilakukan. Di antaranya, perlu penggalian dan reposisi penulisan tentang Sisingamangaraja XII dalam panggung sejarah Indonesia. Hal ini seusai dengan tema peringatan itu, yakni "Menatap Raja Sisingamangaraja XII dalam Panggung Sejarah Indonesia".
Di sisi lain, Menteri Sosial Bachtiar Chamsah dalam sambutannya mengungkapkan, Sisingamangaraja XII adalah seorang pahlawan yang memiliki figur terbuka dan mampu berkomunikasi dengan kelompok atau orang dari golongan manapun. "Sisingamangaraja XII bukan hanya milik orang Batak Toba dan bukan hanya milik umat Nasrani, namun milik seluruh bangsa Indonesia," ujar Chamsah sembari mencontohkan komunikasi Sisingamangaraja XII yang luas hingga sampai ke Aceh.
Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tandjung yang menjadi keynote speaker dalam peringatan itu menjelaskan, Sisingamangaraja XII adalah seorang pahlawan yang mencita-citakan kebebasan serta sangat anti terhadap segala bentuk perbudakan.
"Sikap beliau yang tegas melawan kolonialisme penjajahan Belanda adalah salah satu bentuk anti penindasan tersebut," tegasnya.
Peringatan itu sendiri dihadiri sekitar 1.000 undangan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, kalangan agamawan, tokoh adat, para politisi serta lainnya. Acara itu dibuka oleh Gubsu Rudolf M Pardede dan dihadiri Mahadi Sinambela, Akbar Tandjung, Syukron Tandjung, Syekh Ali Akbar Marbun serta kalangan unsur Muspida Sumut.
Turut memeriahkan acara tersebut Lembaga Kesenian USU di bawah pimpinan Drs Torang Naiborhu serta peniup seruling tradisional Batak Toba Marsius Sitohang, koor dari Dinas Sosial Sumut, serta pergelaran opera tentang perjalanan Sisingamangaraja XII.
Labels: tokoh
Read more!
posted by marbun @ 12:16 PM 0 comments
Syarfie Hutauruk Di Pesantren
Aset Sisingamangaraja XII di Belanda dan Inggris akan Ditarik
Senin, 04-06-2007
MedanBisnis – Medan
Aset-aset serta berbagai benda peninggalan Raja Sisingamangaraja XII yang banyak terdapat di luar negeri, khususnya di sejumlah museum di London, Inggris dan Belanda, akan ditarik untuk dikembalikan ke Museum Sisingamangaraja XII.
“Kita harapkan dengan pendekatan diplomatik yang dilakukan pemerintah pusat, semua aset dan berbagai peninggalan benda bersejarah milik Raja Sisingamangaraja XII bisa ditarik kembali ke Indonesia,” kata Ketua Nasional Panitia Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII Syarfie Hutauruk, di Pesantren Al'Kautsar Al'Akbar Jalan Pelajar Timur, Medan, Sabtu (2/6).
Jika hal itu bisa dilakukan, maka barang-barang bersejarah itu akan diinventarisir dan selanjutnya dimasukkan ke dalam Museum Raja Sisingamangaraja XII di Bakara. Syarfie sendiri belum bisa menjelaskan apa-apa saja jenis benda-benda bersejarah milik Sisingamangaraja XII tersebut.
Syarfie juga mengemukakan, panitia sampai saat ini masih terus menggalang dana untuk pembangunan museum tersebut. Baik penggalangan kepada pemerintah pusat, para donatur serta pihak lainnya. Ia memastikan kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan pemugaran Istana Sisingamngaraja XII di Bakara. “Itu semua dilakukan dalam rangka 100 tahun peringatan Sisingamngaraja XII,” ujarnya.
Mengenai nasib dan kehidupan keluarga keturunan Raja Sisingamangaraja XII, Syarfie mengaku hal itu di luar jangkauannya sebagai panitia peringatan. Namun ia meminta pemerintah pusat tidak melupakan jasa-jasa Sisingamangaraja XII dan tetap memperhatikan para keluarga keturunan pahlawan nasional itu.
Di samping itu, pihaknya sendiri akan berupaya mengedarkan buku sejarah tentang Sisingamangaraja XII karangan para sejarahwan Indonesia. “Rencananya untuk tahap awal kami akan mengedarkan buku karangan Prof W Sijabat,” ujarnya.
Pihaknya juga akan menggalang pembuatan buku atau sinopsis kecil tentang pahlawan nasional asal Tanah Batak itu. Penggalangan kegiatan itu rencananya akan dilakukan panitia bersama Ny Nina Akbar Tandjung.
“Kami juga akan meminta kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Mendiknas Bambang Sudibyo, agar penulisan sejarah diperbanyak, khusunya tentang Sisingamangaraja XII,” tegasnya.
Labels: tokoh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar