Menegok ke belakang sejenak. Dulu, revolusi industri di Inggris disinyalir untuk mengubah kesan buruk bagi para buruh. Tetapi Friedrich lewat neo-menchesterisme dan historisme menunggangi menjadi saluran politik. Ideologi tersebut, mula-mula menyoroti masalah ekonomi, masalah perbaikan upah pekerja, kemudian diboncengi menjadi kekuatan ideologi.
Lalu muncul isme baru, speehamland sebagai sistim tenaga kerja di Inggris (1795). Dirancang menolong kaum miskin, agar mendapatkan upah layak. Speehamland tidak jua berhasil, yang terjadi malah menjadi pemiskinan moral. Pengusaha menetapkan upah sangat minim. Yang berujung pada 1834, asumsi hak untuk hidup diganti dengan undang-undang kemiskinan. Dari sana memperkenalkan pasar bebas bagi tenaga kerja, setiap negara bisa mengirimkan tenaga kerja.
Gejolak Buruh
Di Indonesia masalah buruh bukan cerita baru. Dimulai tahun 1842 di Pekalongan, para buruh menentang pengupahan yang tidak manusiawi. Oleh buruh tani nila (indigo) melakukan aksi protes atas minimnya upah pekerja.
Di Yogyakarta, Juli hingga Oktober 1882. Buruh menuntut kenaikan gaji yang tidak ditanggapai pengusaha. Mulanya, gerakan buruh merupakan gerakan spontan, bersifat lokal. Dari sini terbentuklah perasaan senasib berakar pada sosiokultural dan eknik. Perasaan ini diwujudkan mendirikan wadah kaum buruh, untuk membicarakan keadaan, kepentingan bersama.
Budi Utomo dan Serikat Islam, sebagai pelopor, mendorong didirikan organisasi buruh kereta api swasta pertama tahun 1908. Bernama Perkumpulan Karyawan Trem dan Kereta Api. Tahun 1912 berdiri Perkoempoelan Boemi Poetera (PBP) dan Perkoempoelan Goeroe (PGB). Pada 1914 yang sama Perserikatan Pegawai Pengadaian Boemi Poetera (PPPB).
Di tahun yang sama, berdiri Persatuan Pegawai Perkebunan. Tahun 1916 berdiri Perkumpulan Pegawai Pekerjaan Umum dilanjutkan mendirikan Perserikatan Pegawai Pabrik Gula pada 1917.
Kemudian, kekuatan sosial mendorong tokoh-tokoh SI membentuk Penggerak Kaoem Boeroeh (PPKB), tahun 1919. Terbentuk Persatoean Pergerakan Boeroeh (PPB) di pimpin Semaun, Surjopronoto sebagai wakil ketua, dan Haji Agus Salim sebagai sekretaris. Gabungan 22 serikat buruh--tidak berapa lama, perserikatan buruh akhirnya bubar.
Organisasi buruh kembali dibentuk (1930) Persatoean Serikat Sekerdja Indonesia menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Sampai hari ini organisasi tersebut, seperti jabur di musim hujan. Namun meskipun sekarang banyak organisasi buruh,nasib buruh tetap masih memprihatinkan.
Akibat Kemiskinan
Filsuf Aristoteles berkata, kemiskinan adalah orangtua dari revolusi dan kriminalitas. Sedangkan menurut Euripedes, kemiskinan mendorong manusia memenuhi kehendak iblis. Terkutuklah masyarakat yang mengizinkan kemiskinan, kata Harry Sinclair.
Akibat kemiskinan mendorong buruh melawan. Ambil contoh tentang kasus Marsinah (1969-1993) pejuang buruh yang tewas 9 Mei 1993 di Hutan Wilangan, Nganjuk. Sekitar 200 km dari tempatnya bekerja. Terbunuh karena memperjuangkan tuntutan (upah) rekan-rekan kerjanya di pabrik PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia dan 13 buruh lainnya dituduh menghasut rekan-rekannya unjuk rasa.
Marsinah sejak umur dua tahun sudah dirawat Puirah, neneknya. Karena kemiskinan, lulus SMA ia mencari kerja ke Surabaya, terkahir perusahaan PT Catur Putra Surya.
Walaupun Marsinah dianugerah HAM Yap Thiam Hien (Februari 1993) dan gelar "Pahlawan Pekerja Indonesia.”Dan oleh rapat kerja nasional II Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) tanggal 9 Mei 1993 ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Buruh. Tetapi masih lebih banyak Marsinah-marsinah sama.
Cerita Marsinah hanyalah salah satu contoh ketidakberdayaan hukum bagi buruh di negara ini. Hukum tidak lagi sekadar buta, melainkan tak berdaya. Kasus ini, sampai sekarang tetap menjadi catatan ILO (organisasi perburuhan internasional), dikenal sebagai kasus 1713. Perjuang Marsinah semuanya tak lepas dari masalah kemiskinan. Kemiskinan menjadi jerat, dan akar dari malapetaka itu. Kemiskinan mendorong orang sporadis, dan bertindak tanpa logika.
Hal yang terbaik adalah meningkatkan kemampuan buruh dan organisasi buruh konsen memperjuangkan nasibnya, bukan malah berpolitik. Yang terjadi memang tidak demikian. Buruh Indonesia dituntut bekerja dengan produktivitas ala Jepang. Tetapi upah hanya sekedar makan saja.
Jelas, mereka tak akan menerima, para buruh akan selalu ditunggangi jika nasibnya tidak diobah. Kalau tidak, para buruh akan membuat gerakan. Gerakan yang kadang kalah meresahkan. Itu semua tak lepas dari sorotan upah yang rendah, buruh masih miskin.
Kemiskinan adalah kenyataan; Jadi, kaum buruh Indonesia Bersatulah melawan kemiskinan itu. Satukan langkah. Agar mereka yang menunggangi buruh tidak ada tempat lagi. Perjuangkan nasibmu tanpa dirusak ideologi kapitalis dan komunis. Selamat Hari Buruh Se-Dunia.
*) Penulis adalah seorang peminat masalah-masalah sosial, dan aktivis pemuda.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar